Jika hatiku serupa dengan layang-layang yang terbaring di atas gelombang udara, maka kau adalah pemain layang-layang yang hebat.
Kau tahu dengan tepat kapan harus menarik, dan kapan harus mengulur agar layang-layang tetap melayang di awang-awang.
Kau dengan sempurna telah mengendalikan angin dan tali agar tetap seimbang.
Tapi kau lupa sayang, hari mulai petang, ini waktu kau pelang kembali ke peraduan.
Layang-layang pun telah penat kau terbang-terbangkan di angkasa harapan.
Cukup hentikan, sebelum layang-layang terlalu senang dengan burung-burung camar, dan






